BINTANG RATNA SUCI & RAPAT SAMUDRA
Written By. Admin on 10 September 2006 | 07.55
Barang siapa yang tak kenal Soekarno, maka dia tidak kenal Indonesia. Meskipun pemimpin Indonesia ini sudah lama tiada, tapi sosoknya tidak habis-habisnya dibicarakan orang. Setelah buku �Sukarno File�(terjemahan Indonesia terbit 2005), yang yang ditulis Prof Dr Antonie CA Dake, maka ber-taburan kembali buku-buku lainnya yang sejalan maupun berlawanan dengan Sukarno File itu. Sebentar lagi kita merayakan 61 tahun Rapat Samudra Ikada pada tgl 19 September 2006. Tidak banyak yang menyadari bahwa dalam rapat tersebutlah, sesungguhnya pamor Soekarno sebagai pemimpin Indonesia tidak bisa dipungkiri lagi. Tapi kehebatan Sokerno juga mengalami jatuh ba-ngun prestasi dan popularitas serta nama harumnya didalam negeri dan luar negeri. Sebelum perang orang hanya mengenalnya sebagai pendiri PNI dan Singa Podium yang anti Kolonial. Pemimpin Indonesia ini saat itu sudah bukan main terkenal. Namun kemudian menjadi sirep karena dibuang ke Ende dan Bangkahulu selama 8 tahun. Dia muncul kembali dalam propaganda fasis Jepang. Saat itulah Kaisar Hirohito memberi hadiah �Bintang Ratna Suci� ketika berkunjung ke Jepang pada bulan Desember 1943. Tampak pada foto pertama ketika Soekarno membacakan laporannya dalam sidang Chuo Sangi In ke VI. Dia menyematkan bintang itu pada dada sebelah kiri. Hal ini kurang nyaman dimata kaum nasionalis yang anti fasis dan itulah sebabnya muncul gelar kolaborator. Demikian pula kaum Kolonial yang kabur ke Auatralia. Diantaranya Van der Plas yang berkaok-kaok dan berjanji akan menyeret Soekarno kemeja hijau. Tapi rupanya hal itu tidaklah menjadi halangan bagi para pendukung Soekarno. Kembali pada tanggal 19 September 1945, Soekarno adalah benar-benar pemimpin Indonesia yang didengar suaranya dan dipatuhi perintahnya. Ratusan ribu rakyat berkumpul di lapangan yang kini Monas Timur itu, sudah siap mati meskipun diancam tentara Jepang yang masih komplit memilik persenjataan perang. Ahirnya mereka menurut kata-kata Presiden Soekarno untuk dengan tenang pulang kerumahnya masing-masing. Pada foto kedua, tampak Soekarno berpidato diatas podium yang ditinggikan. Soekarno antara lain berkata : �Walaupun dada kami akan dirobek-robek, kami tetap akan mempertahankan Negara Republik Indonesia. Maka berilah kepercayaan itu kepada kami dengan cara tunduk kepada perintah dan tunduk kepada disiplin� (Osman Raliby.Documenta Historica hal 35)
{[['
']]}
Artikel Terkait... Follow @yunieka
sejarah
- SAT-81 Gultor Kopassus, Bergerak Senyap Namun Mematikan
- Inilah Misi Kopassus "Operasi Woyla", Pembebasan Pesawat DC-9 Garuda di Thailand
- Inilah Misi Kopassus Yang Belum Pernah Diketahui Publik..
- 4 Jalan lokasi prostitusi melegenda di Indonesia
- 6 Kota di luar negeri ini gunakan nama jalan Indonesia
- Mengenal lebih dekat Idjon Djanbi, bapak Kopassus TNI AD
- Cerita perseteruan Soeharto dengan Jenderal Hoegeng
- Kota Kaya di Mesir Kuno pun Alami Malnutrisi
- Sejarah Asal-Usul Blackberry Pertama Kali
- Ide telepon genggam sudah ada sejak 100 tahun lalu
- Inilah Fhoto Gunung Krakatau 125 Tahun Silam
- Pengakuan Pak Harto soal Petrus
- Orde Baru hancur leburkan citra Pancasila
- Kisah Soeharto yang dituding korupsi memerangi korupsi
- Serangan Umum 1 Maret dan kisah Soeharto tak mempan ditembak
- 7 Jenis Buaya Purba
- Sejarah Gang Dolly Di Surabaya
- Biografi Ny. Mutiara Djokosoetono - Pendiri Taksi Blue Bird
- Kisah Sejarah Hari Valentine
- 7 Rekaman Paling Bersejarah Di Dunia
- Biografi Levi Strauss - Penemu Celana Jeans
- Biografi Robert Dennard - Penemu RAM Komputer
- Biografi Bill Bowerman - Pendiri Nike Inc
- Biografi Arthur Davidson - Pendiri Harley-Davidson
- Biografi William Harley - Pendiri Harley-Davidson
Label:
sejarah
