|
Headlines News :
Home » » Fakta Di Balik Lagu Anak-anak

Fakta Di Balik Lagu Anak-anak

Written By. Admin on 19 April 2012 | 09.53

"Balonku ada 5...rupa-rupa warnanya...
merah, kuning, kelabu...merah muda dan
biru...meletus balon hijau, dorrrr!!!"

Perhatikan warna-warna kelima balon tersebut, kenapa tiba-tiba muncul warna hijau? Jadi jumlah balon sebenarnya ada 6, bukan 5!

"Aku seorang kapiten...mempunyai pedang
panjang...kalo berjalan prok...prok...
prok...aku seorang kapiten!"

Perhatikan di bait pertama dia cerita tentang pedangnya, tapi di bait kedua dia cerita tentang sepatunya(inkonsistensi). Harusnya dia tetap konsisten, misal jika ingin cerita tentang sepatunya seharusnya dia bernyanyi:
"mempunyai sepatu baja(bukan pedang panjang)
...kalo berjalan prok..prok...prok.."
Nah, itu baru klop!

jika ingin cerita tentang pedangnya, harusnya dia bernyanyi:
"mempunyai pedang panjang...kalo berjalan
ndul..gondal. .gandul...atau srek...srek...srek..."

Itu baru sesuai dengan kondisi pedang panjangnya.

"Bangun tidur ku terus mandi...tidak
lupa menggosok gigi...habis mandi ku
tolong ibu...membersihkan tempat tidurku..."

Perhatikan setelah habis mandi langsung membersihkan tempat tidur. Lagu ini membuat anak-anak tidak bisa terprogram secara baik dalam menyelesaikan tugasnya dan selalu terburu-buru. Sehabis mandi seharusnya si anak pakai baju dulu dan tidak langsung membersihkan tempat tidur dalam kondisi basah dan telanjang.

"Naik-naik ke puncak gunung...tinggi...
tinggi sekali..kiri kanan kulihat saja...
banyak pohon cemara..."

Lagu ini dapat membuat anak kecil kehilangan konsentrasi, semangat dan motivasi. Pada awal lagu terkesan semangat akan mendaki gunung yang tinggi tetapi kemudian ternyata setelah melihat jalanan yang tajam mendaki lalu jadi bingung dan gak tau mau berbuat apa, bisanya cuma noleh ke kiri ke kanan aja, gak maju-maju.

"Naik kereta api tut..tut..tut. . siapa
hendak turut ke Bandung...Surabaya...bolehlah
naik dengan naik percuma..ayo kawanku
lekas naik...keretaku tak berhenti lama"

Nah, yang begini ini yang parah! mengajarkan anak-anak kalo sudah dewasa maunya gratis melulu. Pantesan PT. KAI rugi terus! terutama jalur Bandung dan Surabaya!

"Di pucuk pohon cempaka...burung
kutilang berbunyi...bersiul-siul sepanjang
hari dengan tak jemu-jemu..mengangguk-angguk sambil
bernyanyi tri li li..li..li...li..li.."

Ini juga menyesatkan dan tidak mengajarkan kepada anak-anak akan realita yang sebenarnya. Burung kutilang itu kalo nyanyi bunyinya cuit..cuit...cuit ! kalo tri li li li li itu bunyi kalo yang nyanyi orang (catatan: acara lagu anak-anak dengan presenter Agnes Monica waktu dia masih kecil adalah Tra la la tri li li!), bukan burung!

"Pok ame ame...belalang kupu-kupu...siang
makan nasi, kalo malam minum susu..."

Ini jelas lagu dewasa dan tidak konsumsi anak-anak. karena yang disebutkan di atas itu adalah kegiatan orang dewasa, bukan anak kecil. Kalo anak kecil, karena belom boleh maem nasi, jadi gak pagi gak malem ya minum susu!

"Nina bobo nina bobo oh nina bobo...
kalau tidak bobo digigit nyamuk"

Menurut psikolog: jadi sekian tahun anak-anak Indonesia diajak tidur dengan lagu yang penuh nada mengancam.

"Bintang kecil di langit yang biru..."
Bintang khan adanya malem, lah...kalo malem bukannya langit warnanya hitam!!?

"Ibu kita Kartini...harum namanya"
Namanya Kartini apa Harum sih?!!

"Pada hari minggu..naik delman istimewa
ku duduk di muka"

Nah, gak sopan khan!

"Cangkul-cangkul, cangkul yang dalam,
menanam jagung di kebun kita..."

kalo mau nanam jagung, ngapain dalam-dalam, emang mo bikin sumur!?

Haahahahaaa... just for fun...
{[['']]}

Artikel Terkait...

Comments
0 Comments

0 komentar:

Translate

Pages on Facebook & Twitter

   
 
Template Design by Creating Website Published by Mas Template
Modify by Yunieka - All Rights Reserved