|
Headlines News :
Home » , » Terapi Seni Tingkatkan Harapan Hidup Pasien Kanker

Terapi Seni Tingkatkan Harapan Hidup Pasien Kanker

Written By. Admin on 04 Desember 2012 | 05.53

VeHealth - Stres jadi hal yang sangat berbahaya bagi penderita kanker. Stres bahkan dihubungkan dengan tingkat kelangsungan hidup yang lebih rendah. Sebuah studi mengatakan bahwa kesenian dan ketenangan dapat mengurangi tingkat kecemasan bagi orang yang menderita stres, terutama mereka yang merupakan pasien kanker.

Terapi seni kreatif selain jadi program pelatihan psikologis juga diketahui merangsang perubahan otak. Perubahan ini berhubungan dengan penurunan stres pada penderita kanker payudara. Hal tersebut menurut sebuah studi yang diterbitkan di Journal Stress and Health.

"Terapi seni ekspresif dan program meditasi sebelumnya belum pernah dipelajari memiliki dampak dan korelasi pada stres dan rasa cemas," kata salah satu peneliti, Dr. Daniel Monti, M.D., yang juga merupakan direktur Jefferson-Myrna Brind Center of Integrative Medicine, dikutip huffingtonpost.com.

Studi tersebut dilakukan pada 18 orang termasuk pasien kanker payudara yang didiagnosis antara tiga tahun sebelum studi dan 6 bulan sebelum studi. Tak ada peserta studi yang aktif melakukan perawatan untuk menyembuhkan kanker mereka.

Di awal studi, mereka diperiksa mengenai 90 gejala, serta pemeriksaan stres, meditasi dan sebagainya. Beberapa dari mereka juga diharuskan mengikuti perawatan ketenangan seperti terapi seni dan sisanya mengikuti terapi pendidikan selama 8 minggu.

Terapi ini termasuk yoga, latihan pernafasan, latihan ketenangan emosi dan aktivitas-aktivitas lain di mana mereka dapat mengekspresikan diri mereka secara emosional. Setelah periode 8 minggu berakhir, mereka diperiksa kembali melalui pemindaian otak.

Para peneliti menemukan bahwa peserta studi yang melakukan terapi seni memiliki perubahan otak secara aktual yang berhubungan dengan stres dan emosi. Secara spesifik, mereka mengalami aliran darah cerebral di bagian kiri insula, amygdala dan hippocampus otak. Menurut pemeriksaan, mereka juga mengalami stres dan rasa cemas yang lebih sedikit.


Sumber: vivalife
{[['']]}

Artikel Terkait...

Comments
0 Comments

0 komentar:

Translate

Pages on Facebook & Twitter

   
 
Template Design by Creating Website Published by Mas Template
Modify by Yunieka - All Rights Reserved